Take your time to know me more

I'm Rouli Yane. A Pharmacy student. I'm Indonesian.I exist as I am. The most precious thing in my life are them
(family, friends and him)

Aku adalah kesempatan yang tidak datang dua kali

- Rouli Yane

Bahagia Saya Itu ….

Kata orang, bahagia adalah saat-saat bersama orang yang kau sayang. It’s true. Exactly true. Perasaan senang, sedih, terharu, ataupun yang lain sesungguhnya adalah perasaan bahagia yang sederhana. Karna apapun bentuk bahagia itu adalah saat orang yang kau kasihi dekat bersamamu. Orang-orang yang bisa membawamu kedalam kehidupan yang lebih baik, menyenangkan, bahkan menjerumuskan (yang terkadang tetap terlihat menyenangkan). Tapi, kau tak akan tau lebih pasti kebahagian seseorang itu tepatnya seperti apa.

Apa kau tahu kebahagiaan bagi wanita? Terutama saya.

Menurut saya pribadi, kebahagian adalah saat kau berada diduniamu. Berada ditempat yang benar-benar kau inginkan. Dilingkungan yang mendukung untuk melakukan apa saja yang kau mau. Yang dapat memuaskan, membuatmu lebih bergairah, membuat hidup serasa semakin hidup, membuatmu nyaman, membentuk karaktermu semakin kuat, membuatmu menjadi yang paling hebat, tak terkendali, namun tak elak menyusahkan dirimu sendiri. Tapi itu kebahagiaan. Itu sangat-sangat jelas sebuah kebahagiaan. Kebahagiaan yang tak terbatas.

Kebahagiaan itu nyata, kebahagiaan itu tak hanya dapat dirasa tapi juga dapat kau sentuh, kau pegang, bahkan dapat kau balutkan dikulit indahmu. Kebahagiaan itu berbentuk.

Kebahagian itu berawal saat kau memasuki ruang-ruang beretalase nan mengagumkan. Harum wewangian khas yang sengaja diletakkan untuk menarik  atau bahkan membuat betah sang pengunjung. Keramahan yang drastis terhadap orang-orang disekitarmu walau baru pertama kali bertemu. Bagaimana cara mereka menjamumu seperti ratu sejagat. Kata-kata manis serta pujian yang tiada batas. Ah.. itu benar-benar beberapa menit yang membahagiakan. Apalagi saat kau digiurkan dengan kebahagian kecil seperti potongan-potongan harga yang sebenarnya tidak merugikan sama sekali sang pemilik. Kau tak akan pernah tau bagaimana tepatnya mereka meluluhlantakan niatmu yang tadinya hanya ingin memanjakan mata, atau sekedar iseng melihat-lihat koleksi terbaru, pendirianmu bisa berubah 180­ derajat saat penglihatan itu menarik-narik isi dompet.

Ya, saya rasa kamu mulai tau apa itu kebahagian (versi saya).

Bagaimana cara kau menyentuh mereka, memiliki mereka, baik yang kau butuhkan atau (lebih sering) sebenarnya tidak terlalu kau butuhkan. Menyentuhnya saja sudah bisa membuat mood mu yang kacau langsung berubah, seperti terbang kelangit ketujuh, meluncur bareng paus akrobatis, menuju rasi bintang paling maniiisss. HAHAHA tot!

Ah, masih teringat beberapa kali kesempatan itu diingatan. Dan hari ini, tepatnya beberapa jam yang lalu saya kembali melakukan kesalahan itu. Kesalahan. Ya kesalahan. Tapi bagaimana tidak kau bisa menolak semua euforia yang ada saat kau berada diposisi yang serba tertekan. Dengan kondisi yang mendukung serta kejenuhan yang kau alami beberapa hari kebelakang. Karna bagi saya (salah) satunya jalan keluar mencapai sukses dari kebosanan adalah menikmati  keadaan seperti ini. Keadaan yang sangat-sangat ingin diulang lagi, lagi, dan lagi.

Tapi, seperti apa yang dikatakan orang dulu, “Jangan pernah menyesali apa yang sudah terjadi”. Ya bagaimana itu menjadi penyesalan kalau itu sendiri adalah kebahagiaan. Kepuasan yang luar biasa. Kebahagiaan yang tak tertandingi.  Kenikmatan saat orang-orang sekitar memperlihatkan kekaguman ketika melirikmu. Kepercayaan diri saat kau pertama kali memakainya. Segala keadaan yang membuat jiwa raga berada dititik kesempurnaan.

Percakapan beberapa hari lalu :’ )

G: Bg kangenlah..

D: Kangen sama siapa?

G: Siapa lagi.

D: Sama siapa?? Hayoooooo!!

G: Hayoooo siapa? Hayoooo mau dikangenin siapa?

D: Ya siapa tau aja.. Makanya abg tanya?

G: Ga tau nih.. Kangen abg aja deh, hehe.

D: Loh kok  ke abg? Yakin? Ntar ada yang marah baru tau.

G: Yauda ganti, HAHAHA.

D: Ntar beneran kangen baru tau.

G: Wah.. Doanya ga bener nih. Untung belum diaminin.

D: ….

Gilaaaa ini ntah apa yang buat gue bisa ngomong kearah situ. Abisan tuh malem ngebawa suasana banget. Ilang dah ke-coolan selama ini. Gimana yaaaaa perasaan ga bisa ditahan terus menerus. Yang penting udah coba jujur, eh dianya keumpan juga. Ya lumayanlah ya untuk pemanasan ketahap selanjutnya hehe. Cunguuuu gaya banget dah!

Setia sama Tuhan! Maka kau kan dapatkan kesetiaan dari sesamamu!

- Ian Hans Raprap

Dear God..

Belakangan ntah apa yang membuat aku jauh dari hadapMu. Mungkin tugas, mungkin lemahku yang seperti lupa ingatan. Ah, terlalu banyak alasanku. Aku sendiri tau Kau selalu memberikan segalanya tanpa adanya kemungkinan yang Kau sandarkan sepertiku. Aku tak mau menjauh.

Dear God..

Aku lemah, aku bukan wonder woman yang dinilai banyak orang. Senyumku bukan isiku. Aku hanya bersembunyi dibalik mereka yang tidak tahu apa-apa. Aku butuh rengkuhanMu. Aku butuh arahanmu. Tak elak aku melewati jalan semauku, seinginku, tak ada yang memperhatikan, tak ada yang mengingatkan.

Dear God..

Sekiranya aku disini sendiri, aku butuh malaikat hari. Apa pentingnya kehidupan tanpa seseorang yang dikasihi? Aku disini sendiri, ketakutan. Adakah seseorang yang Kau sedang kirimkan? Aku menunggu, hai Penciptaku. Dan seberapa lamakah aku menunggu? Aku tak punya banyak waktu. Ada saat dimana aku sama sekali tak berdaya. Ya, aku tahu, hanya Kau rangkulan yang selalu ada.

Dear God..

Adakah harapan akan sesuai dengan kenyataan? Kata orang banyak, buatlah harapanmu setinggi-tingginya. Tapi ketika ketinggian itu membuatku tak dapat menapaki tanah, rendahkanlah aku perlahan-lahan. Jangan hempaskan aku, Tuhan, aku takut kesakitan.

Dear God..

Bentuk aku sesuai ingin-Mu. Arahkan aku semau-Mu. Aku percaya rancangan-Mu indah. Pondasi-Mu kokoh.  Kau mempunyai segala yang kuinginkan. Dan jangan lepaskan aku, ketika dunia menarikku terlalu kencang. Luruskan jalanku ketika aku mulai membelok. Berikan aku hati yang tak lelah untuk selalu bersyukur. Aku ciptaanMu, Penciptaku.

How orange looks like excited when i worn? :|

May In Love

Saya udah lupa rasanya jatuh cinta. Awal mei kemarin anda ngebuat saya merasakan itu lagi.

Bagaimana seseorang yang terlupakan kembali berada dikeseharianmu. Mengisi segala keberadaan yang benar-benar kau butuhkan?

Tak ada yang pernah tahu perubahan membawamu kedalam sebuah paradigma yang  sekelebat kabut tak terbaca. Kau tahu kau menginginkannya, kau tahu kau membutuhkannya.

Kesempatan memang datang sekali, tapi kembali siapa yang tahu kalau kesempatan akan selalu diberikan, jika sabar itu tak berbatas?

Hanya ada satu bayanganmu dikehidupan dulu. Tak banyak kita bicara, apalagi bertatap muka. Aku mengenalmu, kaupun sebaliknya. Tak ada yang tahu siapa ‘kita’ kini.

Segelintir senyum, atau bahkan beberapa centi tarikan bibir yang membuat aku tergelitik dengan hanya jari-jari yang anda kirimkan. Lucu jika membayangkannya.

Masih kusimpan beberapa ketikan manis, yang jika ku ulang, ulang dan ulang, tetap membuatnya seperti membaca pertama kali.

Obrolan yang sedikit konyol, nasihat yang terkadang teracuhkan, atau mungkin segelintir gombalan melayang adalah keseharian yang menghidupkan kematian.

Aku menyukaimu. 

APA YANG LEBIH LEMAH DARI SEBUAH ALASAN?

- Rouli Yane

Aku Ingin Kau

Aku ingin kau disini. Memetik sepi, menenggelamkan waktu. Memilin keramaian di rajutan kusam.

Aku ingin kau disini. Mengabadikan malam . Melewati kata tak terucap. Mengarungi lembah kehangatan yang tak terasa adanya.

Aku ingin kau disini. Tenang bersamamu adalah kebahagiaanku. Aku pemujamu, hai sang penguasa waktu.

Aku ingin kau disini. Menapaki tiang-tiang keinginan. Menelusuri ruang-ruang kosong tak berada. Memecahkan lini hati.

Aku ingin kau disini. Gelapmu tetap indah. Hangatmu masih berasa. Apa ada hal yang lebih indah dari keduanya?

Aku ingin kau disini. Teduh itu bukan hal luar biasa. Kau sederhana. Sederhana yang luar biasa.

Aku teramat menginginkan angin. Tak dapat kugenggam. Apa se-tak berdaya itukah rasa? Apa pedulimu? Atau lebih tepatnya, adakah pedulimu?

Hi ?

Kau paradigma waktu, substansi ribuan detik yang menghampiri malam, terus-menerus, menghantam sepi yang tak kunjung berlabuh.  

Kau singgasana hati yang tak kunjung berada. Rasa bersamamu tak pernah mati, atau bahkan kematian pun enggan mematikan rasa. Coba kau rasa apa yg dialami angin?

Kau torpedo dunia lain, kekuatan yang bisa menghancurkan karang sekalipun. Kuatmu adalah kuatmu. Kau tak begitu tau bagaimana kuatmu mematahkanku.

Kau matahari pagi. Panas yg melelahkan namun dibutuhkan. Kau hanyalah sepenggal hari, tapi keberadaanmu dicari. Kesementaraanmu yang membuat pagi selalu datang.

Kau abadiku. Namun tak sebaliknya. Siapakah abadimu? Apa sang penulis kata indah yang selalu memujamu disetiap rautannya. Ah, entahlah.. Yang perlu kau tau, kau hanya abadi yang terangkai pilinan sutera teramat indah.

Makasih itu kata yg sederhana, tapi diucapkan atau tidak, efeknya luar biasa.

- Rouli Yane

Enjoy So Much of What Jakarta Has To Offer

Sekitar setahun kurang tinggal di ibukota merupakan suatu prestasi membanggakan buat pribadi gue, haha lebay dikit sih… Tapi memang iyah, jauh dari orang tua adalah mimpi buruk yang jadi kenyataan. Dimulai dari bangun pagi yang dulunya dibangunin, sekarang cuma berharap sama sebuah jam beaker. Pulang kampus yang bingung mau makan apa, boro-boro makan rutin, makan sekali sehari aja udah syukur, ya apalagi buat cewek yg tinggal diperkotaan bakal banyak kebutuhan sana-sini yang mau ga mau mesti diturutin, jadi yaaaaaa bagian duit makan (lebih) sering kepakai buat belanja sana-sini.

Sebenarnya bukan benar-benar sendiri sih, ada abang, sepupu, sama keluarga nyokap tapi ya tetep aja kekerabatan yang paling dekat ya orangtua. AH, JADI KANGEN!

Liburan semester yang diharapkan untuk bisa pulang pun kembali dipertanyakan, berhubung gue masuk panitia PPSK/ospek (Program Pengenalan Studi Kampus) yang mesti banyak rapat, dan ngabisin waktu, bakal kembali jadi mimpi buruk yang kenyataan part II. Pengen banget pulang mak, pengen pulaaaaaaaaaanngg.

Segini banget ngejar cita-cita. :/

Terkadang kita selalu berkorban untuk orang lain tanpa memikirkan orang itu juga mau berkorban apa tidak.

- Rouli Yane

Meremehkan adalah suatu tindakan fatal. Siapa yg tahu sejauh apa perubahan diri seseorang.

- Rouli Yane